Minggu, 15 Oktober 2017

AUDIT TEKNOLOGI SI


Pengertian Sistem
Menurut O’Brien, sistem merupakan sekumpulan komponen-komponen yang saling berhubungan dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, dengan menerima masukan dan menghasilkan pengeluaran melalui proses transformasi yang terorganisir.
Pengertian Informasi
Menurut O’Brien, informasi adalah data yang telah diubah ke dalam sebuah bentuk yang mempunyai arti dan berguna bagi pemakai tertentu atau khusus.
Pengertian Sistem Informasi
Menurut James B. Bower, Robert E. Schlosser dan Maurice S. Newman (1985): suatu sistem informasi adalah suatu cara yang sudah tertentu untuk menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh organisasi untuk beroperasi dengan cara yang sukses dan untuk organisasi bisnis dengan cara yang menguntungkan.
Audit Sistem Informasi
Audit system informasi adalah cara untuk melakukan pengujian terhadap system informasi yang ada di dalam organisasi untuk mengetahui apakah system informasi yang dimiliki telah sesuai dengan visi, misi dan tujuan organisasi, menguji performa system informasi dan untuk mendeteksi resiko-resiko dan efek potensial yang mungkin timbul.
Dalam pelaksanaannya, auditor system informasi mengumpulkan bukti-bukti yang memadai melalui berbagai teknik termasuk survei, interview, observasi dan review dokumentasi (termasuk review source-code bila diperlukan). Satu hal yang unik, bukti-bukti audit yang diambil oleh auditor biasanya mencakup pula bukti elektronis (data dalam bentuk file softcopy). Biasanya, auditor system informasi menerapkan teknik audit berbantuan komputer, disebut juga dengan CAAT (Computer Aided Auditing Technique). Teknik ini digunakan untuk menganalisa data, misalnya saja data transaksi penjualan, pembelian, transaksi aktivitas persediaan, aktivitas nasabah, dan lain-lain.
Sesuai dengan standar auditing ISACA (Information Systems Audit and Control Association), selain melakukan pekerjaan lapangan, auditor juga harus menyusun laporan yang mencakup tujuan pemeriksaan, sifat dan kedalaman pemeriksaan yang dilakukan. Laporan ini juga harus menyebutkan organisasi yang diperiksa, pihak pengguna laporan yang dituju dan batasan-batasan distribusi laporan. Laporan juga harus memasukkan temuan, kesimpulan, rekomendasi sebagaimana layaknya lapor-an audit pada umumnya.

Pengertian Teknologi Informasi
Teknologi Informasi adalah suatu hardware (perangkat keras) dan software (perangkat lunak) yang digunakan oleh sistem informasi, hardware atau perangkat keras merupakan peralatan fisik yang terlibat dalam pemrosesan informasi seperti computer, workstation, peralatan jaringan, tempat penyimpanan data serta peralatan transmisi. Software adalah program computer yang menginterpretasikan apa yang harus dilakukan.

Teknologi Informasi Auditing
Audit teknologi informasi adalah bentuk pengawasan dan pengendalian dari infrastruktur teknologi informasi secara menyeluruh. Audit teknologi informasi ini dapat berjalan bersama-sama dengan audit finansial dan audit internal, atau dengan kegiatan pengawasan dan evaluasi lain yang sejenis. Pada mulanya istilah ini dikenal dengan audit pemrosesan data elektronik, dan sekarang audit teknologi informasi secara umum merupakan proses pengumpulan dan evaluasi dari semua kegiatan sistem informasi dalam perusahaan itu. Istilah lain dari audit teknologi informasi adalah audit komputer yang banyak dipakai untuk menentukan apakah aset sistem informasi perusahaan itu telah bekerja secara efektif, dan integratif dalam mencapai target organisasinya.
Adapun audit sistem informasi merupakan gabungan dari berbagai macam ilmu, antara lain :
1. Traditional Auditing
Traditional Auditing memberikan pengetahuan dan pengalaman tentang teknik pengendalian internal di sebuah sistem informasi.Beberapa pengendalian yang dilakukan dalam audit tradisional dapat dilakukan secara langsung dalam pengendalian lingkungan PDE. Metodologi umum untuk mengumpulkan dan mengevaluasi bukti yang digunakan pada lingkungan PDE berasal dari audit tradisional. Auditor yang berpengalaman dengan tambahan pemahaman pengetahuan tentang komputer akan lebih mudah menerapkan logika pengendalian internal yang tradisional ke basis computer.
2. Manajemen Sistem Informasi
Banyak kejadian ketika awal penerapan sebuah sistem pemrosesan data elektronik terjadi banyak ‘kecelakaan’. Seringkali memerlukan biaya yang sangat tinggi dan sering pula terjadi kegagalan dalam pencapaian tujuan. Hal ini karena belum adanya manajemen sistem informasi yang baik pada saat itu. Sebuah Information System Management akan menghasilkan cara-cara penerapan sistem informasi berbasis komputer pada perusahaan dengan lebih baik melalui tahap-tahap pengembangan sistem, seperti: analisis sistem, perancangan sistem, programming, testing, implementation dan kemudian operasional serta pemantauan dan evaluasinya.
3. Ilmu Komputer
Pengetahuan teknik mengenai ilmu komputer sangat penting agar dapat menghasilkan kemampuan sistem informasi berbasis komputer yang dapat digunakan untuk safeguard assets, integritas data, efektifitas dan efisiensi. Teknologi komputer yang berkembang pesat dengan munculnya e-commerce, e-business, dan sebagainya akan membawa pengaruh besar kepada perkembangan teknologi informasi.
4. Behavioral Science
Kegagalan penerapan sistem informasi berbasis komputer di banyak organsiasi seringkali juga karena masalah perilaku organisasional, yang terkadang sering diabaikan dalam pengembangan sistem informasi. Kegagalan tersebut dikarenakan oleh adanya ‘resistance to change’ yang berasal dari puhak-pihak yang terkena dampak penerapan sistem informasi berbasis komputer.
Ketika merencanakan suatu proses audit, auditor perlu mempertimbangkan suatu kombinasi semestinya teknik audit secara manual dan teknik audit secara berbantuan komputer, dalam penggunaan TABK faktor – faktor ini harus dipertimbangkan :
1. Pengetahuan, keahlian dan pengalaman komputer yang dimiliki oleh auditor
2. Tersedianya TABK dan fasilitas komputer yang sesuai
3. Ketidakpraktisan pengujian manual
4. Efektivitas dan efisiensi
5. Saat pelaksanaan
Jenis Audit Sistem Informasi
Operational audit, terkonsen pada efisiensi dan efectifitas sumberdaya digunakan untuk melaksanakan tugas, meliputi kesesuaian praktik&prosedur dengan peraturan.
Compliance audit terkonsentrasi pada cakupan undang-undang, peraturan pemerintah, pengendalian dan kewajiban badan eksternal lain yang telah diikut.
Project manajement&change control audit,(dulu dikenal sebagai suatu pengembangan sistem audit)terkonsentrasi oleh efesiensi&efektifitas pada berbagai tahap pengembangan sistem siklus kehidupan yang sedang diselenggarakan.
Internal control audit terkonsentrasi pada evaluasi struktur pengendalian internal.
Financial audit terkonsentrasi pada kewajaran laporan keuangan yang menunjukan posisi keuangan, aliran kas dan hasil kinerja perusahaan.
Fraud audit adalah nonrecurring audit yang dilaksanakan untuk mengumpulkan bukti untuk menentukan apakah sedang terjadi, telah terjadi atau akan terjadi kecurangan. Dan penyelesaian hal sesuai dengan pemberian tanggung jawab.



Tujuan Audit Sistem Informasi
Tujuan Audit Sistem Informasi menurut Ron Weber yaitu:
a) Meningkatkan keamanan aset-aset perusahaan.
b) Meningkatkan data dan menjaga integritasi data.
c) Meningkatkan efektifitas sistem
d) Meningkatkan efisiensi sistem
e) Ekonomis
Tujuan Audit Sistem Informasi dapat dikelompokkan ke dalam dua aspek utama, yaitu:
1. Conformance (Kesesuaian)
Pada kelompok tujuan ini audit sistem informasi difokuskan untuk memperoleh kesimpulan atas aspek kesesuaian, yaitu : Confidentiality (Kerahasiaan), Integrity (Integritas), Availability (Ketersediaan) dan Compliance (Kepatuhan).
2. Performance (Kinerja)
Pada kelompok tujuan ini audit sistem informasi difokuskan untuk memperoleh kesimpulan atas aspek kinerja, yaitu : Effectiveness (Efektifitas), Efficiency (Efisiensi), Reliability (Kehandalan).
Tahap-tahap Audit Sistem Informasi
Audit Sistem Informasi dapat dilakukan dengan berbagai macam tahap-tahap. Tahap-tahap audit terdiri dari 5 tahap sebagai berikut :
1. Tahap pemeriksaan pendahuluan
2. Tahap pemeriksaan rinci.
3. Tahap pengujian kesesuaian.
4. Tahap pengujian kebenaran bukti.
5. Tahap penilaian secara umum atas hasil pengujian.

Tata kelola dan audit sistem informasi
Metodologi Audit SI/TI
Dalam melaksanakan audit TI diterapkan metodologi audit TI yang sesuai dengan metodologi yang diajukan oleh IT Assurance Guide: Using COBIT. Tetapi sebelum menentukan pilihan menggunakan COBIT sebagai kerangka kerja audit, dilakukan beberapa pertimbangan diantaranya yaitu dengan melakukan benchmarking antara kerangka kerja audit yang ada seperti Ron Weber [1], Queensland Audit Office dan Jack Champlain [3]. Semua kerangka audit tersebut dipetakan sehingga didapat sebuah kesimpulan bahwa kerangka COBIT adalah kerangka kerja audit yang paling lengkap. Kemudian penulis juga melakukan perbandingan antara COBIT dengan ITIL (Information Technology Infrastructure Library) [4] untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas dalam proses pada domain Delivery and Support.
Dalam melaksanakan tahapan audit, tidak semua langkah yang ada didalam panduan tersebut dilaksanakan semuanya, dengan alasan mengurangi pengulangan aktivitas, maka tetap berpegang pada aturan-aturan yang bersifat umum yang telah ditetapkan oleh IT Assurance Guide [5].
Pada dasarnya dalam metodologi audit/assurance, dilakukan metodologi pengumpulan data, yang meliputi:
i.   Penelaahan dokumentasi kebijakan teknik maupun non-teknis yang menjadi dasar pengembangan Universitas XYZ.
ii.  Observasi dan wawancara dengan pihak terkait, wawancara dilakukan dengan pihak terkait yaitu kepala pusat Unit Cybernet, kepala pusat
     pengembangan sistem, staf Cybernet, Direktur Akademik, staf pengajar dan mahasiswa.
iii. Analisa basis data.
iv.  Analisa jaringan.
Dalam melaksanakan evaluasi, dilakukan beberapa langkah, yaitu:
a. Penentuan Rencana Audit
Dalam penentuan rencana audit, terdapat langkah-langkah yang dilakukan, yaitu:
1. Memahami visi dan misi dari Universitas XYZ, sasaran, tujuan dan prosesnya.
2. Mengidentifikasi kebijakan, standar, pedoman serta prosedur dari Universitas XYZ.
3. Melakukan analisis resiko.
b. Menentukan lingkup audit dan tujuan audit
Dalam menentukan lingkup audit dan tujuan audit penulis melakukan hal-hal berikut:
1. Menentukan tujuan audit TI.
2. Melakukan pemilihan control objective yang akan digunakan untuk menguji  keefektifan dari proses TI yang ada.
3. Mendokumentasikan arsitektur yang ada di Universitas XYZ.
4. Mendefinisikan proses-proses TI yang akan dikaji.
5. Mendefinisikan komponen TI yang ada di Universitas XYZ.
c. Melakukan kajian di universitas XYZ
Kajian akan dilakukan dengan menggunakan panduan yang ada dalam melakukan sebuah kajian teknologi informasi/IT assurance guide. Kajian ini meliputi detailed control objective yang disesuaikan dengan keadaan dari Universitas XYZ (berdasar pada high level control objective). Kajian akan dilakukan dengan pendekatan audit yang sudah dibuat. Setelah proses pengkajian selesai tahap berikutnya adalah mendokumentasikan temuan-temuan hasil audit.
d. Melakukan analisa hasil audit
Setelah kajian dilakukan, selanjutnya menganalisis temuan-temuan yang didapat. Diharapkan hasil dari tahap analisis ini mendapatkan suatu kesimpulan alasan terjadinya permasalahan serta solusi terhadap permasalahan tersebut.

Perlunya kontrol dan audit
Faktor-faktor yang mendorong pentingnya kontrol dan audit SI adalah antara lain untuk:
a) Mendeteksi agar komputer tidak dikelola secara kurang terarah
b) Mendeteksi resiko pengambilan keputusan yang salah akibat informasi hasil proses sistem komputerisasi salah/lambat/tidak lengkap
c) Menjaga aset perusahaan karena nilai hardware, software dan dan personil lazimnya tinggi
d) Mendeteksi resiko error komputer
e) Mendeteksi resiko penyalahgunaan komputer (fraud)
f) Menjaga kerahasiaan
g) Meningkatkan pengendalian evolusi penggunaan komputer

Tahapan Audit
a) Subjek Audit
   Tentukan/identifkasi unit/lokasi yang diaudit
b) Sasaran audit
   Tentukan sistem secra spesifik, fungsi atau unit orgainisasi yang akan diperiksa
c) Jangkauan audit
   Identifikasi sistem secara spesifik, fungsi atau unit organisasi untuk       dimasukkan lingkup pemeriksaan.
d) Rencana pre-audit
1. Identifikasi kebutuhan keahlian teknik dan sumber daya yang diperlukan untuk    audit
2. Identifikasi sumber bukti untuk tes atau review seperti fungsi flowchart, kebijakan, standard prosedur dan kertas kerja audit sebelumnya.
e) Prosedur audit dan langka-langkah pengumpulann bukti audit
1. Identifikasi dan pilih pendekatan audit untuk memeriksa dan menguji pengendalian intern
2. Identifikasi daftar individu untuk interview
3. Identifikasi dan menghasilkan kebijakan yang berhubungan dengan bagian,   standar dan pedoman untuk interview
4. Mengembangakn instrumen audit dan metodologi pengujian dan pemeriksaan kontrol internal
f) Prosedur untuk evaluasi
1. Organisasikan sesuai kondisi dan situasi
2. Identifikasi prosedur evaluasi atas tes efektifitas dan efisiensi sistem, evaluasi kekuatan dari dokumen, kebijakan dan prosedur yang diaudit
g) Laporan hasil audit
   Siapkan laporan yang objektif, konsteuktif (bersifat membangun) dan  menampung penjelasan audit.

Alasan Mengapa Audit TI Diperlukan
Tidak dapat dipungkiri bahwa, saat ini, tingkat ketergantungan dunia usaha dan sektor usaha lainnya, termasuk badan-badan pemerintahan, terhadap teknologi informasi (TI) semakin lama semakin tinggi. Pemanfaatan TI di satu sisi dapat meningkatkan keunggulan kompetitif suatu organisasi, akan tetapi di sisi lain juga memungkinkan timbulnya risiko-risiko yang sebelumnya tidak pernah ada. Besarnya risiko yang mungkin muncul akibat penerapan TI di suatu perusahaan membuat audit TI sangat penting untuk dilakukan.
Ron Weber, Dekan Fakultas Teknologi Informasi, Monash University , dalam salah satu bukunya: Information System Controls and Audit (Prentice-Hall, 2000) menyatakan beberapa alasan penting mengapa audit TI perlu dilakukan, antara lain:
1. Kerugian akibat kehilangan data
2. Kesalahan dalam pengambilan keputusan
3. Risiko kebocoran data
4. Penyalahgunaan Komputer
5. Kerugian akibat kesalahan proses perhitungan
6. Tingginya nilai investasi perangkat keras dan perangkat lunak komputer

3.1.        Kesimpulan
Audit adalah proses mengumpulkan dan mengevaluasi fakta untuk memutuskan apakah sistem komputer yang merupakan aset bagi perusahaan terlindungi, integritas data terpelihara, sesuai dengan tujuan organisasi untuk mencapai efektifitas, dan efisiensi dalam penggunaan sumber daya


Daftar pustaka
http://blog.pasca.gunadarma.ac.id/2012/06/07/audit-sistem-informasi-akuntansi-teknologi-sistem-informasi/
https://wisudarini.wordpress.com/2011/11/02/audit-teknologi-informasi/
http://irwantricahyono.blogspot.com/2016/03/makalah-audit-sistem-informasi.html
http://aditiariz.blogspot.com/2017/10/audit-teknologi-sistem-informasi.html
http://tatakeloldanauditsisteminformasinaro.blogspot.com/2011/12/tata-kelola-dan-audit-sistem-informasi.html
http://fitharikhadir.blogspot.com/2016/01/audit-sistem-informasi-dan-prosedur.html

Senin, 24 April 2017

DASAR – DASAR ACTION SCRIPT



DEFINISI ACTION SCRIPT


ActionScript adalah bahasa pemrograman yang di pakai oleh software Flash untuk mengendalikan object – object ataupun movie yang terdapat dalam Flash.
ActionScript adalah sebuah bahasa pemrograman yang terdapat pada adobe flash, dimana bahasa pemrograman ini dapat digunakan untuk membuat animasi ataupn aplikasi berbasis desktop, dan berbasis android, dapat menjadi interaktif. ActionScript yang biasa digunakan untuk memberikan interaksi antara pengguna dan aplikasi ini, menjadi salah satu kebutuhan penting, karena dengan menerapkan actionscript aplikasi yang dibuat dengan adobe flash akan menjadi lebih menarik.
Actionscript terdiri dari versi 1.0, 2.0 dan 3.0. Actionscript 1.0 dan 2.0 digunakan pada pengembangan aplikasi berbasis desktop dan animasi yang sifatnya interaktif. Actionscript 3.0 merupakan versi paling terbaru yang dapat digunakan untuk pengembangan dari aplikasi berbasis desktop dan berbasis android. 
3 versi pada Actionscript :
  • Actionscript 1.0 ( tahun 2000 – tahun 2003) mulai dipergunakan pada Flash 5 dengan minimal dimainkan di Flash Player 5.
  • Actionscript 2.0 ( tahun 2003 – tahun 2006 ) mulai dipergunakan pada flash MX 2004 dengan minimal dimainkan di Flash Player 7.
  • Actionscript 3.0 (tahun 2006 – sampai sekarang ) mulai dipergunakan pada Flash CS3 dengan minimal dimainkan di Flash Player 9.

FUNGSI ACTIONSCRIPT

Action script memeliki beberapa fungsi atau peran yang dapat membantu dalam merancang situs atau movie Flash, diantara nya :

1.      Membuat sistem navigasi situs
Hal ini berkaitan dengan bagaimana Action Script dapat mengatur user menjelajahi situs atau program yang telah dibuat. Dengan demikian animasi situs yang telah dibuat tidak hanya menjadi “film iklan” belaka, kecuali memang dinginkan seperti itu (dalam kasus film kartun menggunakan Flash).


2.      Menambahkan interaktivitas dengan user
Dengan action Script user dapat berinteraksi dengan setiap elemen di dalam movie Flash, baik itu tombol movie klip maupun teks.

3.      Membuat situs atau Program yang dinamis

JENIS- JENIS ACTIONSCRIPT DALAM FLASH :

1.      ActionScript pada frame
ActionScript pada frame adalah Actionscript yang diletakan pada frame, atau juga sering disebut FrameScript. FrameScript ini hanya bisa dilakukan pada keyframe atau blankkeyframe.untuk melihat frame yang telah diberikan script terdapat tanda berupahurup 'a' kecil yang menandakan keberadaan sebuah Script.

2.      ActionScript pada MovieClip
ActionScript yang diletakan pada MovieClip sering disebut MovieScript. yang harus diingat adalah untuk membuat movieScript tentunya harus ada MovieClip tempat kita meletakan ActionScript tersebut. 

3.      ActionScript pada Button
Hal yang perlu diingat yaitu ActionScript pada button tentunya harus ada Button tempat meletakanActionScript tersebut.Secara umum syntax yang digunakan dalam penulisan ActionScript pada Button hampir sama dengan penulisan MovieScript.

SUMBER :
·         https://id.wikipedia.org/wiki/ActionScript

·         http://waniperih.weebly.com/flash-dan-action-script.html

PENGANTAR KONSEP GIMP






GIMP adalah alat pengolah gambar multi-platform, GIMP adalah singkatan dari GNU Image Manipulation Program. GIMP cocok untuk berbagai pekerjaan pengolahan gambar, termasuk perbaikan foto, penggabungan dan pembuatan gambar. GIMP memiliki berbagai kemampuan.

FITUR - FITUR GIMP




1.      Single Window Mode
Dulunya GIMP menganut sistem multi – window , yaitu berbagai jendela akan terbuka dan tercerai – berai saat GIMP dijalankan. Hal tersebut terkesan membingungkan bagi yang terbiasa dengan program single window seperti software pengolah gambar populer yaitu Photoshop.
2.      Multi – Column Dock Windows
Setiap jendela dialog yang bisa ditempelkan ( dockable ) akan bisa diletakkan dalam beberapa kolom ( Multi – Column Dock Windows ). Fitur ini berguna untuk pengguna yang memiliki beberapa layar sekaligus. Satu layar akan menjadi tempat semua tools dari jendela dan satu layar khusus untuk kanvas pengolahan gambar.
3.      Editing Teks Langsung
Sebelumnya, GIMP memiliki jendela dialog terpisah untuk menyunting teks pada gambar. Penyuntingan teks bisa dilakukan langsung di atas kanvas pengolahan gambar.
4.      Simpan dan Ekspor Terpisah
Penyimpanan ( Save ) berarti menyimapn dokumen dalam format XCF, sedangkan Export artinya menyimpan gambar dalam format yang berbeda dari format asli GIMP tersebut. Saat ini GIMP mendukung format GIF, TIFF, JPEG, PNG, PSD.
5.      Pengelompokan Layer
GIMP mulai memperkenalkan sistem pengelompokkan ( Group ) pada layer. Hal ini memudahkan pengguna dalam melakukan komposisi gambar yang lebih rumit.
6.      Cairo
Cairo graphics library fungsinya menghadirkan grafis yang lebih halus dan “modern:. Istilah kerennya peningkatan grafis Engine ( mesin grafis ) GIMP.
MANFAAT GIMP
GIMP menyediakan banyak sekali plugin yang memudahkan dalam mengolah gambar ( image ) dengan cepat.
Pengembang dan pengelola GIMP memiliki visi produk GIMP untuk berusaha menjadi perangkat lunak grafis kelas atas dalam menyunting dan menciptakan gambar asli, foto, ikon, elemen grafis halaman web, dan seni untuk elemen antarmuka pengguna.
GIMP digunakan oleh peminat dan praktisi desain grafis yang menggunakan sistem operasi Linux untuk mengolah dan memanipulasi gambar atau foto sesuai dengan kebutuhan kreatif.


SUMBER :


Rabu, 12 April 2017

PENGANTAR INKSCAPE

Pengantar Inkscape

Inkscape adalah sebuah perangkat lunak editor gambar vektor yang bersifat perangkat lunak bebas dibawah lisensi GNU GPL. Tujuan utama dari Inkscape adalah menjadi perangkat grafik mutakhir yang memenuhi standar XML, SVG, dan CSS.
Inkscape bersifat cross-platform dan dapat dijalankan pada Mac OS X (biasanya dibawah aplikasi X11, walaupun toolkit GTK+ yang digunakan dapat dikompilasikan untuk beroperasi secara langsung dibawah Quartz, sistem operasi berbasis Unix, danMicrosoft Windows. Implementasi SVG dan CSS di Inkscape belum sempurna, misalnya Inkscape tidak mendukung animasi SVG, dan font SVG, walaupun dukungan dasar untuk pembuatan font SVG telah diimplementasikan pada versi 0.47. Inkscape bersifat multibahasa, terutama untuk antarmuka dan script rumit, sesuatu yang sering terlewatkan pada sebagian besar editor grafik vektor komersil.
Pada 2010, Inkscape dalam proses pengembangan aktif, dengan penambahan fitur dan antarmuka baru secara rutin pada setiap rilis baru.
Open Source grafis vektor editor, dengan kemampuan serupa dengan Illustrator, CorelDraw, atau Xara X, dengan menggunakan standar W3C Scalable Vector Graphics (SVG) format file.


Inkscape SVG mendukung banyak sekali fitur canggih (spidol, klon, alpha blending, dll) dan perawatan besar diambil dalam merancang antarmuka. Hal ini sangat mudah untuk mengedit node, melakukan operasi jalan kompleks, trace bitmap dan banyak lagi. Kami juga bertujuan untuk mempertahankan pengguna berkembang dan komunitas pengembang dengan menggunakan terbuka, pengembangan masyarakat yang berorientasi.


Antarmuka Inkscape mirip dengan CorelDraw dan program menggambar sejenis. Ada kotak, elips, teks, gambar bitmap danfreehand curve. Menariknya, dalam Inkscape, objek vektor maupun objek bitmap dapat mempunyai transparansi alpha yang dapat diubah-ubah levelnya.


Inkscape memperbolehkan banyak file terbuka dalam satu waktu, bisa juga satu file dibuka dalam beberapa window terpisah. Gambar yang dibuat dengan Inkscape dapat dicetak atau diekspor menjadi bitmap PNG.

Penjelasan mengenai bagian-bagian dalam jendela Inkscape adalah sebagai berikut:
1.      Status Bar
Status bar dapat Anda gunakan untuk melihat status dokumen Inkscape yang sedangAnda buat. Pada Status bar tercantum informasi-informasi seperti warna objek dan posisi objek bila dilihat pada ukuran di ruler. Status bar dapat juga Anda gunakanuntuk zooming (memperbesar-memperkecil) tampilan dokumen.


2.      Menu Bar
Menu bar berisi menu-
menu untuk mengelola dokumen secara umum, seperti File →

Save untuk menyimpan dokumen dan File → Print untuk mencetak dokumen.

3.      Tool Controls Bar
Tool Controls Bar berisi ikon-ikon untuk memodifikasi objek, misalnya memutar danmengatur ukuran atau tata letak urutan objek.

4.      Palette
Palette berisi warna-warna yang dapat Anda gunakan untuk mewarnai objek. BilaAnda mengklik objek, kemudian mengklik warna yang Anda inginkan di Palette,maka warna objek tersebut akan berubah.

5.      Commands Bar
Commands bar berisi ikon-ikon yang merupakan shortcut untuk perintah-perintah pokok seperti print, open, save, dan sebagainya.

6.      Control Bar
Control Bar, menampilkan ikon-ikon untuk melakukan pengaturan pada object yang sedang dikerjakan, misalnya mengatur jarak object dari penggir halaman, mengatur tinggi dan lebar object, memutar object, dan lain-lain. Ikon akan berubah secara otomatis pada saat kita melakukan klik pada baris Toolbox.

7.               Zoom Tool 

Zoom Tool sangat berguna untuk melihat tampilan pada canvas maupun object, sehingga mempermudah pekerjaan pada saat membuat dan mengolah object.
Object pada canvas dapat di lihat dengan jelas dan detail dengan cara memperbesar (mendekatkan) object tersebut, begitupun sebaliknya.



Standard zoom yang digunakan inkscape adalah perbandingan "1" sama dengan satu pixel perlayar. Jika ingin mengkalibrasi zoom ke ukuran satuan  dengan aslinya (misalnya inci atau centimeter), lakukan pengaturan  pada File =>  Inkscape  Preferences => Interface.

8.      Tool box
Toolbox berisi tool-tool yang sangat berguna dalam proses perencanaan dan perancangan suatu desain.

a.       Select and transform object
Memilih, mengubah ukuran, memutar, dan menggeser objek.


b.      Edit paths
Mengubah posisi titik node suatu objek hingga objek berubah bentuk.


c.       Tweak object
Mengubah bentuk objek dengan menarik bagian isi (fill) objek.

d.      Zoom
 Memperbesar atau memperkecil ukuran tampilan dokumen.

e.       Rectangle and Square
Menggambar bentuk objek kotak.

f.       3D Boxes
Menggambar bentuk objek kotak 3 dimensi.

g.      Circle, ellipses, and arcs
Menggambar bentuk objek lingkaran, setengah lingkaran.

h.      Stars and polygons
Menggambar bentuk objek bintang dan persegi banyak.

i.        Spirals
Menggambar bentuk objek spiral. 

j.        Freehand lines
Menggambar bentuk objek bebas seperti menggambar dengan pensil.

k.      Bezier curves and straight lines
Menggambar bentuk objek dengan garis-garis yang saling terhubung.

l.        Calligraphic or brush strokes
Menggambar bentuk objek dengan efek highlight.

m.    Text
Membuat teks/tulisan.

n.      Spray
Membuat duplikasi (mengkopi) objek yang disemproto.

o.      Erase
Menghapus objek. 

p.      Fill bounded areas
Memberikan warna ke isi objek.

q.      Gradients
Memberikan efek warna gradasi (perpaduan warna) ke isi objek.

r.        Pick colors from image
Mengambil warna-warna tertentu dari suatu gambar yang nantinya digunakanuntuk memberi warna ke isi objek.

s.       Diagram connectors
Membuat garis penghubung dari satu objek ke objek lain.



9.      Koordinat
Koordinat Object terhadap halaman pada Inkscape adalah berdasarkan sudut kiri-bawah atau dengan kata lain titik nol halaman (sudut kiri bawah) sesuai sudut kiri-bawah object.
Misalnya jika terdapat object persegi panjang dengan ukuran Lebar 8,00 cm dan Tinggi 6,00 cm, kemudian pada kotak X dan Y memiliki nilai 0,00 cm maka pinggir kiri-bawah object tersebut berada pada sudut kiri bawah halaman.



Daftar pustaka: